OtherMenengahFase D–FE1E6
Schelling Segregation
Model Schelling menunjukkan bagaimana preferensi individu yang ringan bisa menghasilkan pemisahan kelompok yang tajam. Tiap agen pada grid merasa tak nyaman bila terlalu sedikit tetangganya yang sekelompok, lalu pindah ke sel kosong. Walau tak seorang pun menginginkan segregasi ekstrem, pola akhirnya sangat terpisah. Visualisasi menjalankan ronde perpindahan sampai grid membeku dalam keadaan tersegregasi.
Example use case
Menjelaskan bagaimana geng pertemanan di sekolah atau bubble FYP media sosial terbentuk dari pilihan-pilihan kecil.
Syllabus
Preferensi kecil untuk sedikit tetangga sekelompok bisa menghasilkan segregasi besar yang tak diinginkan siapa pun.
Objectives
- ·Memahami simulasi berbasis agen (agent-based)
- ·Menjelaskan bagaimana pola global muncul dari aturan lokal
- ·Mengaitkan model dengan fenomena sosial nyata
How It Works
- ·Isi grid dengan dua kelompok dan sebagian sel dibiarkan kosong.
- ·Seorang agen merasa tak nyaman bila tetangga sekelompoknya di bawah ambang tertentu.
- ·Agen yang tak nyaman pindah ke sel kosong secara acak.
- ·Ulangi tiap ronde sampai tak ada yang pindah — grid membeku dalam keadaan tersegregasi.
Prerequisites
- ·Grid dua dimensi
- ·Konsep tetangga dan perulangan
Real-World Uses
- ·Pola pemukiman dan segregasi di kota.
- ·Terbentuknya echo chamber dan bubble di media sosial.
- ·Pemodelan dinamika sosial dan opini.
Complexity O(ronde x jumlah sel)
