FisikaPemulaFase C–FE1
Hukum Ohm
Hukum Ohm menghubungkan tegangan (V), arus (I), dan hambatan (R): I = V/R. Makin besar hambatan, makin kecil arus yang mengalir pada tegangan yang sama. Inilah alasan sebuah LED selalu dipasang seri dengan resistor: tanpa resistor, hambatan nyaris nol membuat arus melonjak dan LED terbakar; resistor yang tepat menahan arus ke tingkat aman. Visualisasi mengalirkan arus pada rangkaian dan membandingkan tanpa-resistor dengan resistor yang benar.
Contoh kasus
Menghitung nilai resistor untuk menyalakan LED dengan aman dari pin 5V Arduino tanpa merusaknya.
Silabus
I = V/R; hambatan lebih besar → arus lebih kecil. Resistor membatasi arus agar komponen aman.
Tujuan Belajar
- ·Memahami hubungan tegangan, arus, dan hambatan
- ·Menjelaskan mengapa LED butuh resistor
- ·Menghitung arus dari tegangan dan hambatan
Cara Kerja
- ·Tegangan mendorong arus mengalir dalam rangkaian.
- ·Arus I = V / R.
- ·Tanpa resistor (R mendekati 0), arus melonjak → LED terbakar.
- ·Resistor yang tepat menahan arus ke tingkat aman.
Prasyarat
- ·Konsep arus dan tegangan listrik
- ·Pembagian
Contoh Nyata
- ·Menyalakan LED dengan aman dari pin Arduino.
- ·Memilih resistor pembatas arus.
- ·Dasar semua rangkaian elektronik.
Rumus kunci I = V / R (mis. 5V / 250Ω = 20 mA)
